Project Management Life Cycle
NAMA : GD WAHYU NUGRAHA SUBAGIA
NRP : 5115100016
MPPL D
Project Management Life Cycle
Siklus hidup proyek adalah serangkaian tahapan yang
dilewati oleh sebuah proyek mulai dari tahap persiapan sampai dengan closure
proyek. Secara generik, struktur tahapan proyek dapat ke dalam empat proses
kegiatan, yaitu :
1.
Proses mulai-nya proyek
2.
Proses persiapan dan organisasi
3.
Proses menjalankan pekerjaan proyek
4.
Proses penutupan proyek
Proyek sendiri dapat dibagi ke dalam sejumlah tahapan
proyek. Pengertian tahapan proyek sendiri adalah kumpulan dari beberapa
aktivitas proyek yang saling berhubungan. Biasa-nya metode seperti ini dengan
tujuan bahwa pada setiap siklus hidup proyek untuk aktivitas proyek tertentu
ditentukan adanya deliverables, hasil baik dalam bentuk produk, jasa, hasil
dari aktivitas proyek dalam satu siklus hidup proyek.
Setelah memiliki pengertian yang baik tentang proyek
yang akan dibuat, anda juga pasti sudah memiliki
pengertian yang jelas tentang peran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu
proyek, beserta berapa orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek
tersebut. Orang pertama yang dipilih biasanya adalah project manager, karena PM
memiliki tanggung jawab untuk memilih orang-orang yang memiliki kemampuan yang
sesuai untuk mengerjakan suatu peran di sebuah tim proyek. Project manager
biasanya memilih team leader dan team leader memilih anggota timnya, tergantung
dari seberapa besar proyek yang sedang dibuat. PM juga bertanggungjawab untuk
memilih peran kunci proyek lainnya seperti quality managaer, procurement
manager, communications manager dan project office manager.
Tanggung jawab Project Manager:
·
Menyerahkan hasil akhir proyek berdasarkan kriteria waktu, biaya dan
performansi yang telah ditetapkan, termasuk profit yang ditargetkan.
·
Melaksanakan tugas-tugas yang didelegasikan oleh pihak manajemen yang
diatasnya.
Secara garis besar tanggungjawab Project
manager adalah :
- Merencanakan kegiatan-kegiatan dalam proyek.
- Menyelesaikan kendala pekerjaan,
- Penjadwalan dan penganggaran.
- Mengorganisasikan, memilih dan menempatkan orang-orang dalam tim proyek.
- Mengorganisasikan dan mengalokasikan sumberdaya.
- Memonitor status proyek.
- Mengidentifikasi masalah-masalah teknis.
- Titik temu dari para konstituen: subkontraktor, user, konsultan, top management.
- Menyelesaikan konflik yang terjadi dalam proyek.
- Merekomendasikan penghentian proyek atau pengerahan kembali sumberdaya bila tujuan tidak tercapai.
Jadi,
memilih Project Manager yang tepat, merupakan suatu aktivitas yang sangat kritikal/penting
dalam project life cycle. Kita membutuhkan PM yang memiliki kemampuan yang
baik, memiliki pemahan yang mendalam dalam mengelola proyek yang sedang dibuat,
pengalaman yang cukup, dan memiliki budaya yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan. Agar tidak memilih orang yang salah, kita harus membuat deskripsi
pekerjaan yang luas. Maka dari itu, terdapat penjelasan dari job description dari
project manager secara lengkap sesuai urutan tahap dari proyek.
Tahap Inisiasi Proyek
Pertanyaan
sederhana yang tertuju pada tahap inisiasi proyek adalah : apakah menemukan
tantangan dan masalah? Tujuan dari tahap inisiasi adalah proses identifikasi
terhadap segala hal yang harus dilakukan, serta memahami lingkup proyek. Pada
tahap ini, seorang manajer proyek akan dipilih dan diberi wewenang untuk
membentuk tim yang akan menjalankan proyek.
Tahap Perencanaan Proyek
Pertanyaan
sederhana yang tertuju pada tahap perencanaan proyek adalah : bagaimanakah
langkah penyelesainnya? Perencanaan proyek merupakan proses pengembangan detail
atas perencanaan sutu proyek, yang meliputi daftar semua tugas, pengalokasian
sumber daya, penjadwalan, perencanaan anggaran / budget, manajemen resiko, dan
lain-lain.
Proses
perincian ini sangat bermanfaat agar dapat memahami rangkaian tugas yang akan
dilakukan, yang meliputi pihak-pihak yang bertanggung jawab, batasan waktu
tugas, dan lain-lain. Perencanaan proyek yang telah disetujui sponsor disebut project
baselin. Project baseline tersebut digunakan sebagai kerangka acuan
pengendalian proyek.
Tahap Pengontrolan Proyek
Pertanyaan
sederhana yang tertuju pada tahap pengontrolan proyek adalah apakah kita pada
jalur yang benar? Pada tahap ini tugas-tugas mulai dilaksanakan. Secara teknis,
project baseline dijadikan sebagai pedoman / acuan tugas yang dilaksanakan.
Seorang manajer proyek harus memantau tugas agar proyek dapat berjalan tepat
waktu, sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dan berada pada budget yang
telah ditetapkan.
Tahap Penutupan Proyek
Tahap
ini memiliki tiga subtahap pentng, yaitu : pertanggungjawaban, pembelajaran
proyek dan perayaan. Setelah proyek selesai, manajer proyek
mempertanggungjawabkan hasil proyek kepada sponsor (pemilik proyek) dan
recipient (pihak yang akan menggunakan / menerima hasil proyek). Pada
umumnya, pihak sponsorlah yang akan memberikan pernyataan resmi mengenai
selesainya proyek tersebut.
Komentar
Posting Komentar